Rabu, 25 April 2012

PRODUK HASIL OLAH DAN SASARAN PEMAKAI LOKAL/EKSPORT/IMPORT PERUSAHAAN


Produk-produk yang dibuat oleh indesso aroma diantaranya adalah

a.       Unit aromatic
              Untuk unit aromatic yang diproduksi adalah turunan minyak cengkeh diantaranya adalah Benzyl Isoeugenol 903,Caryophyllene 917, Caryophyllene 919, Caryophyllene 924, Caryophyllene Acetate 927, Dihydroeugenol 909, Eugenol USP 906, Eugenol USP 926, Eugenol 90 935, Eugenyl Acetate 905, Isoeugenol HT 914, Isoeugenol S 915, Isoeugenyl Acetate 908, Methyl Eugenol 921, Methyl Eugenol A931, Methyl Isoeugenol 922. Kode-kode tersebut menggambarkan kapasitas produksi dalam 1 batch serta pereaksi yang ditambahkan dan masih banyak lagi. Selain turunan minyak cengkeh di unit aromatic ini indesso  juga memproduksi pathcuoli. (sasaran export)

b.      Unit natural ekstrak
              Natural ekstrak yang diproduksi oleh indesso diantaranya adalah, Cocoa Extract 705, Cocoa Extract AF 718, Coffe Extract 701, Green Tea Extract 725, Tamarind Extract 702. (sasaran dalam negeri)

c.       Savoury
              Sovoury merupakan unit produksi yang bergerak dibudang pembuatan flavour dan fragrance. Produk-produk yang bisa dibuat pada unit produksi ini adalah bumbu-bumbu yang digunakan oleh produsen makanan ringan yang ada di dalam negeri misalnya adalah flaour untuk keripik kentang, singkong dan lain sebagainya. (sasaran dalam negeri)

PENANGANAN QUALITY CONTROL

A.    PENGAWASAN MUTU BAHAN BAKU

Pemeriksaan atau inspeksi bahan baku dilakukan setiap kedatangan bahan baku ke gudang dan ketika bahan baku tersebut akan digunakan untuk proses produksi. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk memastikan pasokan bahan baku telah memenuhi standar spesifikasi yang dibutuhkan. Pemeriksaan dilakukan secara acak untuk semua bahan baku dengan menggunakan teknik sampling seadanya dan dalam jumlah sampel yang tidak dapat ditentukan. Menurut Sudjana (1992), sampling seadanya merupakan sampling non peluang, meskipun demikian sampling non peluang masih digunakan mengingat keperluan praktis dan sering dikehendaki kesimpulan yang sementara dan kasar.

Pemeriksaan penerimaan bahan baku meliputi data teknis, kode produksi, kondisi kemasan, jumlah barang yang dikirim dan pemeriksaan parameter mutu lainnya. Pemeriksaan data teknis bahan terlampir bertujuan agar dapat melakukan penyesuaian mutu bahan dengan standar produksi, sehingga dapat mencegah kerusakan produk jadi. Pemerinksaan awal ini biasanya dilakukan oleh pihak gudang selaku penerima barang. Pemeriksaan parameter mutu setiap barang berbeda, hal tersebut tergantung pada atribut mutu masing-masing barang.



B.     PENGAWASAN MUTU PROSES PRODUKSI

Pemeriksaan parameter produksi bertujuan memantau konsistensi proses produksi. Pemeriksaan parameter produksi dilakukan dengan membandingkan keadaan aktual suatu tahapan proses dengan parameter standar proses. Kegiatan ini meliputi proses pendataan keadaan aktual tahapan proses produksi dengan menggunakan process production checklist form, misalnya untuk mengetahui apakah reaksi antara eugenol dengan katalis pada pembuatan crude isoeugenol berhasil maka perlu dicek apakah telah terjadi reaksi eksotermis apa tidak jika tidak terjadi maka suhu dan tekanan harus diatur agar reaksi berjalan secara eksotermis. Hasil pendataan merupakan gambaran keadaan aktual proses produksi.

Pemeriksaan parameter produksi dilakukan setiap hari selama berlangsungnya produksi dan dilakukan pada setiap tahapan proses untuk semua produk, mulai dari tahapan pemasukan bahan baku sampai pada tahapan pengemasan. Pendataan keseluruhan tahapan proses produksi dicatat pada bacth sheet secara kontinyu untuk setiap batch produksi. Jam dan batch untuk setiap tahapan proses pemeriksaan parameter produksi harus terdokumentasi dengan baik dan jelas. Hal tersebut dimaksudkan untuk memudahkan proses pelacakan jika terjadi suatu kesalahan pada proses produksi.

Pendataan awal pada pemeriksaan parameter produksi dimulai pada tahap pemeriksaan terhadap kesiapan peralatan produksi misalnya kondisi vakumnya, ketersediaan dan kelancaran supply steam, cooling water, hot oil dan nitrogen serta kondisi dari valve dari alat dan sebagainya. Proses pemeriksaan tersebut perlu dilakukan untuk menjaga kelancaran selama proses dan menghindari terhentinya proses produksi karena kondisi alat yang tidak siap. 

Tahap selanjutnya adalah pemeriksaan pada saat pemasukan bahan baku untuk memulai suatu proses produksi. Ketepatan bahan yang digunakan dengan karakteristik yangg diminta oleh vendor dan sesuai dengan yang telah ditetapkan perusahaan akan menentukan karakteristik produk akhir. Selain dari segi ketepatan jumlah bahan bakunya sendiri, kondisi saat pemasukkan bahan baku juga harus diperhatikan. Untuk produk isoeugenol ini mensyaratkan bahan baku masuk dalam keadaan vakum.  Pengawasan terus dilakukan sampai kandungan komponen dalam crude Isoeugenol sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan

Tahap berikutnya adalah pengawasan terhadap proses fraksinasi crude Isoeugenol. Pada tahap ini harus dipastikan fraksi yang tidak diinginkan yang biasanya terdapat dalam fraksi depan benar-benar terpisah agar tidak mempengaruhi produk yang dihasilkan. Suhu, tekanan, refluks, dan waktu tiap tahapan (tahap conditioning, tahap pengambilan fraksi depan dan tahap pengambilan hasil) juga harus benar-benar diperhatikan.


  1. PENGAWASAN MUTU PRODUK AKHIR

Pengawasan terhadap produk akhir meliputi pengawasan terhadap kesesuaian spesifikasi produk dengan permintaan dari vendor. Pemeriksaan biasanya dilakukan beberapa tahap yaitu pada saat proses atau disebut PDP (Pemeriksaan Produk Dalam Proses) dan pada saat produk tersebut akan dikemas untuk dikirim atau disebut PDA (Pemeriksaan Produk Dalam Akhir). 



Minggu, 01 Mei 2011

Pengawet Panganan Yang Aman

Pengawet-Panganan-Yang-Aman



  Berdasarkan hasil kajian dan penemuan para ahli/ peneliti yang dimuat dibeberapa  media massa,  bahan pengawet alternatif  yang aman  dan tidak berbahaya bagi kesehatan adalah, Chitosan, Asap Cair (Liquid Smoke), Kunyit,  Air Ki, Air kelapa yang diberi mikroba (Asam Sitrat).
 1) Chitosan
  Dr. Ir Linawati  ketua Departemen Teknologi Hasil Perairan (FPIK- IPB) menyatakan chitosan merupakan bahan pengawet organik yang diperoleh dari produk turunan dari polimer chitin yang diproduksi dari limbah udang dan rajungan kadar chitin dalam berat udang berkisar 60–70% bila diproses menjadi chitosan menghasilkan Yield 15– 20%. Chitosan mudah mengalami degradasi secara biologis dan tidak beracun. Bila digunakan pada ikan asin, berfungsi sebagai pelapis (coating), agar tidak dihinggapi lalat, dan menghambat pertumbuhan bakteri. Penggunaan chitosan dapat mengawetkan sampai 8 minggu.
  2) Asap Cair (Liquid Smoke)
  Dr. AH. Bambang Setiadji, Dosen Fakultas MIPA, UGM, menemukan  Asap Cair ( Liquid Smoke) bisa menjadi bahan pengawet pangan yang berfungsi sebagai antimikroba dan antioksidan. Untuk industri perkebunan asap cair digunakan sebagai koagulan lateks, hal ini karena asap cair bersifat fungsional seperti anti jamur, antibakteri dan anti oksidan yang dapat memperbaiki kualitas karet. Sedangkan penggunaan pada industri kayu dapat mencegah serangan rayap. Pemanfaatan Liquid Smoke pada industri pangan cukup digunakan 25% + 75% air kemudian digunakan untuk merendam ikan dan daging selama 15 menit. Pengawetan dengan merendam ikan dan daging pada asap cair (liquid smoke) ini bisa bertahan selama 25 hari.
  3) Kunyit
  Dr NL ida Soeid MS, menyatakan kunyit dapat digunakan sebagai pengawet tahu, disamping  berfungsi sebagai warna juga sebagai antibiotik, sekaligus mencegah agar tidak cepat asam. Selain itu untuk kesehatan berfungsi sebagai antioksidan, antibakteri, antiradang dan antikanker. Kunyit basah kandungan utamanya adalah kurkuminoid 3-5%.  Sedangkan untuk kunyit ekstrak kandungan kurkuminoid mencapai 40–50%. Untuk penggunaan kunyit disarankan agar  tidak melalui pemanasan, terkena cahaya dan lingkungan yang basah. Sebaiknya kunyit ditumbuk digiling dan diperas airnya.
  4) Air Ki (Air Endapan Abu Merang)
  Air Ki ini  dapat digunakan sebagai pengawet mie dan dapat bertahan sampai 2 hari. Sekarang sudah banyak dijual ditoko cina atau bisa juga membuat sendiri dengan membakar merang padi kemudian ambil abunya lalu larutkan dengan air, kemudian diendapkan sampai terpisah air dan abunya.
  5) Asam Sitrat (Citric Acid)
  Asam sitrat adalah pengawet yang dibuat dari air kelapa  yang diberi mikroba. Asam sitrat  yang siap pakai banyak dijual bebas ditoko kimia, namun kalau bahan baku air kelapa  banyak, maka lebih baik dibuat sendiri, harganya akan lebih murah.
Lusiana Mohi

Untuk lebih jelasnya kunjungi :
http://ikm.depperin.go.id/PublikasiPromosi/KumpulanArtikel/tabid/67/articleType/ArticleView/articleId/11/Pengawet-Panganan-Yang-Aman.aspx

Sumber : http://rendhi.wordpress.com/pengawet-panganan-yang-aman/ 

Minggu, 27 Februari 2011

Es Krim Yogurt Rasa Srawberry

Es Krim Yogurt Rasa Srawberry
         Bagi yang suka minum yogurt, biasanya yogurt cuma disajikan plain atau ditambahkan dengan potongan buah segar. Nah kali ini, saya mau buat sesuatu yang beda. dijamin segar dan yummy.
strawberry yogurt ice cream


 Bahan :
  • 450gr Strawberry segar, dicuci lalu dikupas bersih
  • 130gr Gula Pasir
  • 140gr Plain Yogurt/yogurt tanpa rasa
  • 1 sendok teh jus lemon segar
Cara Membuat :
  • Iris kecil-kecil strawberry.  Masukkan kedalam mangkuk. Kemudian campurkan dengan gula pasir.  Lalu diaduk.
  • Tutup mangkuk dengan plastik. Lalu diamkan selama ± 2 jam. Kemudian di aduk kembali.
  • Masukkan potongan strawberry, yogurt dan jus lemon ke dalam blender hingga halus.
  • Bekukan selama 1 jam. Biarkan hingga benar-benar beku.
  • Sajikan dengan potongan buah strawberry untuk mempercantik minuman.
  • Selamat mencoba.